Minggu, 16 Februari 2014

PENDAKIAN GUNUNG SINDORO 4-5 JUNI 2012 (rivew 3 tahun yang lalu)

gunung sindoro dari gunung prau dieng
Dalam Wikipedia disebutkan kalau nama gunung ini adalah sindara, biasa disebut dengan Sindoro atau Sundoro. Tapi kalau ane ya enakan pake nama Sindoro yang sudah familiar. Kayaknya kalau yang lainnya itu kurang enak rasanya di dengar..he.he.. mungkin karena itu tadi, kurang akrab gan…
Gunung Sindoro ini mempunyai ketinggian 3.136 mdpl., merupakan sebuah gunung volkanik aktif (tadinya  sih aktif terus mati katanya gan, dan di akhir tahun 2o11 gunung ini kembali hidup dan berjalan-jalan.hehehe). Gunung ini  yang terletak di jawa tengah tepatnya daerah Wonosobo dan Temanggung berdampingan dengan gunung Sumbing sehingga sering dikatakan kalau kedua gunung ini adalah gunung kembar. Ok gan,,, itu sekilas tentang gunung Sindoro, tambahannya nanti sambil ane cerita tentang perjalanan ane mendaki gunung tersebut bersama teman-teman dari desa Kemranggen kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Propinsi Jateng..
Tanggal 4-5 Juni 2012, pukul 15 30 WIB ane dan prend2 sudah ngumpul di depan rumah mas wahyu sawahlor, Kemranggen, Bruno, Purworejo atau tepatnya di perempatan sebelah utara SDN Kemranggen. Setelah berkumpul semua, kita absen satu persatu sambil menanyakan perlengkapan pendakian yang sudah dibagi. Ada mas Laras Pandulu, Febri (dari Pitiruh) Kipli, Darul Ihsan, Hendri, Supriyadi alias Supret, Gesit Handoyo, Jemingan potet, Penjol, Toro, Sapono gandasuli dan Tri Gandasuli. Eh ane juga gan, sampe lupa, perkanalkan, ane Kabul Khan kembarannya Amir Khan. Dilarang protes. ^_*. Dan ternyata sudah lengkap dari berbagai aspek baik orang & bekalnya, akhirnya dengan dimulai doa, perjalanan kita menggunakan motor menuju bascamp pendakian Sindoro di desa Kledung, Parakan, Temanggung dimulai………… sekitar jam 17 30 WIB kita sudah sampai di bascamp, tanpa istirahat langsung urus Administrasi dan shalat ashr dilanjut maghrib diteruskan doa lagi agar perjalanan lancar dan selamat semua. Setelah dirasa cukup, pendakian dimulai tepat jam 18 30 WIB. Perjalanan mendaki malam hari memang perjalanan pertama bagi ane gan, kata temen2 yg pernah mendaki malam sih lebih enak, capeknya gak kerasa, bekal air pun irit.
Dari bascamp menuju kaki gunung Sindoro perjalanan kurang lebih setengah jam melewati perkebunan tembakau dan kentang milik petani, awalnya terasa dingin sekali, tapi Karena keringat mulai bercucuran badan ini mulai terasa hangat. Setelah tiba di kaki gunung Sindoro, yg kata mas Laras itu juga pos 1, kita istirahat disana sambil menyalakan rokok 76 dan ngemil snack serta membasahi tenggorokan yg mulai kering. Kurang lebih 15 menit kita istirahat perjalanan dilanjutkan menuju pos 2, dari pos satu menuju pos 2 ini kita sudah melewati hutan-hutan cemara yang cukup lebat, namun rutenya masih cukup landai tidak begitu ngetrek dan jalannya berupa tanah, untung perjalanan kita agak sedikit terbantu dengan cahaya bulan yang kelihatan remang2 karena cuaca mendung, hampir sampai dipos 2 kita melewati hutan campuran yang sangat-sangat lebat sehingga cahaya bulan sudah tidak bisa membantu kita melihat jalan, kita hanya mengandalkan cahaya senter yang sudah kami siapkan sebelumnya.
Sampai di pos dua berupa tanah lapang yang cukup luas kurang lebih ukuran 5x6 m. kita juga istirahat lagi sekitar 10 menitan sambil tak lupa minum dan menyalakan sebatang rokok untuk rileks sebentar agar otot tidak kaku. Setelah dirasa cukup kita mulai lagi perjalanan menuju pos 3, trek menuju pos 3 ini mulai terjal dan kadang berupa bebatuan yang akan berbahaya kalau kita tidak menjaga keseimbangan tubuh sehingga bias terjatuh dan membentur batu, terlebih hutannya semakin lebat sehingga kita hanya bisa mengandalkan senter. Hampir 2 jam perjalanan kita menuju pos 3, dengan pelan-pelan dan kadang juga tertinggal dari teman2, ane, Febri dan Supret pantang menyerah (sebagian teman2 memang mempunyai tenaga Samson gan, mereka sudah terbiasa naik ke bukit2 kalau di rumah meskipun belum pernah mendaki, maklum orang gunung, cuma ane yang anak gunung tpi gak sekuat mereka, cz hidup ane di kota jarang kerja ky teman2 yg lain. Kalau Febri juga sama, Supret sebenernya fisiknya kuat untuk anak seumuran 1 SMP itu).
Perjalanan semakin menanjak melewati jalan setapak bebatuan dikelilingi hutan lebat sampai akhirnya keluar dari hutan dan lihat langit ada cahaya bulan, didepan sana, teman2 ane udah pada tepar sambil merokok dan bercanda disebuah tanah lapang yang kira2 bisa untuk didirikan puluhan tenda. Dan ternyata kita sudah sampai di pos 3 pendakian sindoro via Kledung. Ane langsung menuju teman2 dan ikut sante. Tanpa sengaja pandangan ane tertuju pada kaki gunung Sindoro, terlihat dibawah sana pemandangan malam yang cukup menakjubkan dari desa kledung dan sekitarnya dan juga pemandangan kota Magelang, Temanggung dan Wonosobo yang tak kalah indah.
Tiba di pos 3 ini sekitar jam 10 malam, dan setelah meminta pertimbangan mas Laras yg pernah muncak kesini, akhirnya kita putuskan untuk istirahat lebih lama di pos 3. Kalau gak salah sampai jam 1 baru kita melanjutkan perjalanan. Selama di pos 3 ini kita makan dan membuat dopping kopi biar gak kedinginan, sebagian teman2 ada yg masak ada juga yang nyari kayu bakar, karena mungkin masih lelah akhirnya ane membantu masak air saja. Kalau nasi kita sudah bawa dari rumah jadi gak repot2 masak. Masaknya air juga memakai kompor buatan kami dari kaleng susu bendera, jadi memang cukup simple kalau mendaki bareng kita, bahkan saking simplenya kita nekat gak bawa tenda dan cuma persiapan jas hujan kalau2 hujan turun.  Setelah makan ngopi, udud2 dan bercanda bersama untuk mengusir letih dan dingin sebagian teman2 menyalakan api unggun dan sebagian lagi ada yg mempersiapkan amunisi dengan tidur agar tenaga lebih fit. Jam 12 30 pagi, ane dan Laras membangungkan teman2, kemudian kita siap-siap melanjutkan perjalanan. Setelah packing dan tak lupa absen anggota kita mulai perjalanan menuju puncak. Ya, menuju puncak, cz kata Laras yg pernah mendaki gunung Sindoro sebelumnya, setelah pos 3 sudah gak ada lagi pos, kita langsung kepuncak (kalau baca di google katanya ada pos 4, tapi gak tahu dah, yang penting muncak gn). Dalam hati ane berfikir berarti perjalanan akan lebih ringan Karena sudah tidak ada pos lagi. Tapi kenyataannya justru tidak demikian, dari pos 3 menuju puncak bisa dikatakan inilh pendakian sebenarnya, sudah tidak melewati hutan lebat, hanya padang2 ilalang, namun perjalanannya begitu ngetrek dengan kemiringan kadang mencapai 80 derajat, sebagian besar jalur pos 3 menuju puncak juga berupa batu2, belum lagi, kalau boleh dikate nie ye,,, gunung Sindoro kalau di daki lewat jalur kledung setelah pos 3 ke atas akan banyak tipuan2 puncak, kalau kita lihat ke atas sepertinya puncak akan segera kita capai tapi ternyata belum, dan itu hanya bukit yang kalau dilihat dari bawa bisa kita duga puncak (ini khusus pemula pasti menduga demikian), tipuan-tipuan puncak terjadi kalau gak salah sampai 5 x, sampai2 ane hampir putus asa. Tapi dengan tekad bulat, meskipun nafas tua dan sudah tertinggal dri teman2, ane tetep berjuang untuk menuju puncak. Ane gak mau menyerah kalau sudah terlanjur kaya gini. Termasuk yang tertinggal adalah Supret n Febri. Kita bertiga bersama2, dan yang paling mengenaskan adalah Febri yang hampir tidak kuat begitu juga dengan Supret yang keduanya adalah pendaki pemula. Tapi karena ane selalu mensuport mereka, walaupun pelan2 kita tetep jalan.
Jam 5 pagi ane denger teman2 di atas sana berteriak2, woyyy! sunrise bro. woyyy! sunrise bro. woyyy! sunrise bro.. berkali2 mereka berteriak, agak sedikit kecewa memang, tapi ane maklum ama fisik ane, sehingga ane harus merelakan target melihat sunrise dipucuk Sindoro. Ane, Suppret dan Febri menikmati sunrise sambil jalan menuju puncak dengan tertatih-tatih, tambah lagi Supret yang sepatunya harus jebol (gara2 sepatu dulu SD dipake) dan terpaksa nyeker membuat ane harus bisa memotivasi mereka agar sampai puncak, bukan apa2 gan, ane yakin sebenarnya mereka itu kuat dan bekal makanan juga masih ada. Ane Cuma kasihan kalau2 mereka gak sampai puncak, bisa pengaruh untuk pendakian selanjutnya. Kalau ane sih jelas mantep pasti nyampe pucuk. Ane bilang ke Febri & Supret, kalau mendaki pertama saja tidak nyampe puncak, besar kemungkinan untuk yg ke-dua, ke-tiga dan selanjutnya juga sama. Dan ternyata sugesti ane mempan, semangat mereka berdua kembali membara sampai akhirnya kita bertiga bisa sampai dipuncak Sindoro.
Khusus ane, Febri & Supret sampai dipuncak sekitar jam 6 30 wib. Sedangkan teman2 yang lain sudah hampir 1,5 jam sebelumnya. Sampai dipuncak ane langsung minum dan makan roti merk “padi mas” yang 1-nya kalau gak salah berlabel harga 500 perak gan. Tapi enak kok.he.. setelah sedikit istirahat ane langsung ambil tayamun dan segera shalat dua rakaat di atas batu yang ada di puncak sambil bersyukur kepada Allah SWT. Karena masih diberi kesempatan menyaksikan lukisan-Nya yang begitu indah. Selesai shalat ane dan teman2 memakan bekal makanan yang masih tersisah dan dijamin belum basi yakni tiwul asli buatan biyung alias emak. Bersama-sama, walaupun Cuma seberapa ternyata cukup menambah energy dalam tubuh. Habis itu, kita melakukan season narsis ria bermodalkan hp kamera SE 3,2 MP kita mulai bergaya, diatas gunung Sindoro yg pagi itu masih sangat berkabut dan jarak pandang hanya sekitar 50 m. kita turun ke kawah gunung dan tak lupa juga narsis disana. 
 
berpose di depan kawah sindoro

jalan turun menuju kawah
Sehabis dari kawah, teman2 istirahat, ane dengan Hendri berjalan ke sisi barat menuju taman bunga pucuk merah dan edelwais, disana bergantian ane sama Hendri saling mensotret dengan gaya india2 gitu deh gan, kan tempatnya emang ky di pilem2 bolywod itu…..hhayhe..
Jam 8 pagi kabut mulai hilang dan Nampak disebelah selatan gunung Sumbing yang pernah ane daki sebelumnya. Kita2 tak meninggalkan moment itu, dan lagi-lagi HP SE dengan resolusi kamera 3,2 mp yang masih didukung batre 40% kita gunakan semaksimal mungkin. Setelah dirasa cukup, jam 9 pagi kita sudah siap2 turun, maklum gak bawa tenda takut kepanasan kalau siang diatas gunung. Perjalanan turun memang tak seberat ketika naik, tapi Karena medan yang dilalui adalah jalan yang berbatu kita terpaksa berjalan hati2, hampir 3 jam kita turun sampai di bascamp. Sambil menunggu petugas bascamp yang katanya lagi tahlilan, kita tiduran disana sampai jam 4 sore dan kemudian pulang ke rumah dengan kondisi badan yang sudah sangat kelelahan, kaki yang seperti lumpuh karena harus menapak bebatuan dan pakaian yang sangat2 kotor. Tapi tidak ada penyesalan dalam hati, justru sepanjang jalan ane masih kepikiran untuk mengulang kembali pendakian gunung Sindoro. Dan akhirnya setelah selang 1 tahun dari pendakian sindoro ini, ane dkk kembali lagi melestarikan sunah nabi Musa AS. Menaiki gunung dalam rangka berbicara dengan tuhannya.
Untuk pendakian ke-2 ke sindoro lain kali ane share gan…. Sekian dulu catatan kecil kenangan pendakian sindoro ini. Semoga menjadi kenangan untuk teman2 ku semua yg ikut mendaki…. Dan bermanfaat untuk para pecinta alam.
di puncak gunung Sindoro sebelah selatan

taman bunga gunung sindoro

taman bunga gunung sindoro





taman bunga gunung sindoro
kontributor Kabul Khan Kemranggen Bruno Purworejo



Sabtu, 15 Februari 2014

PENDAKIAN GN. BENGKUK/MENTASARI 13-14 Februari 2014

KANG MAS KABUL KHAN SING GUANTENG DEWE



WONG2 ELEK BERPOSE DI GUNUNG BENGKUK

Suara tahlil begitu menyentuh kalbu, semua mengikutinya dengan khidmah. Ya, itu adalah rutinitas teman-teman kita di desa Kemranggen Bruno Purworejo. Setiap malam jumat kita mengagendakan mengadakan tahlilan bersama dengan system bergilir dari rumah ke rumah masing-masing pemuda yang ikut serta. Memang tidak semua pemuda di desa kita mengikutinya, namun kita bersyukur karena ada sebagian (mudah-mudahan kelak tambah) pemuda yang masih peduli dengan budaya yang bernilai ibadah itu.
Malam jumat tepatnya tanggal 13 Februari 2014 tiba giliran tahlil di tempat saudara widodo bin sastro dusun krajan kemranggen, selesai tahlil, seperti biasa kita mengikuti sorogan ngaji iqra’ (hehehe.. maklum tobatnya setelah gede bro) yang diampuh oleh M. Laras P., M. Khatim Arba’, M. Galih P., M. Karyanto, dan M. Ehyaudin (jangan salah dulu ya, M. nya bukan kepanjangan Muhammad tapi itu istilah jawa “mas”).
Setelah acara selesai, seperti biasa kita kumpul-kumpul, kalau ada yang perlu dibahas ya dibahas, kalau gak ya ngobrol ngalor ngidul gak jelas, kadang juga ada pijetan, nglinting menyan, fb-an dll. Malam itu, kebetulan memang tidak ada agenda pembahasan kecuali ada usulan untuk melakukan pendakian ke gn. Prau dieng. Tapi karena rencananya masih besok bulan depan jadi pembahasan itu kita tunda. Dan secara reflek, salah satu teman kita mengusulkan untuk mendaki gunung bengkuk atau gn. Mentasari malam itu juga, ya...karena melihat suasana dan cuaca lumayan mendukung spontan teman-teman menyatakan “mayoooo mangkat siki”…
Akhirnya kita pulang kerumah masing-masing untuk bersiap-siap. Tepat jam 22 55 wib kita berkumpul kembali di dekat SDN Kemranggen Bruno Purworejo, setelah semua teman-teman lengkap berkumpul, tanpa ditunda-tunda kita berangkat ke kaki gn. Bengkuk. Tidak memakan waktu yang lama pemirsa, kita memakai motor berboncengan sekitar 5 menit kita sampai di kaki gunung.
Motor kami parkir dihalaman rumah warga dan tak lupa berdoa sebelum mulai mendaki, jam 11 malam tepat akhirnya perjalanan kita dimulai, dengan berbekal senter ala kadarnya dan dibantu remang-remang cahaya bulan purnama yang tertutup kabut tebal karena musim hujan, perjalan extrim melewati hutan pun tak membuat kita gentar. Sungguh luar biasa memang, kita memilih melakukan pendakian malam hari. Ini memang waktu yang ideal yang sering kita gunakan untuk mendaki.
Oh ya, dari tadi asyik bercerita tapi lupa mendiskripsikan gn. Bengkuk itu sendiri. Ok., mari kita simak bersama sambil menunggu pendakian kita sampai dipuncak tertinggi. Gn. Bengkuk atau gn. Mentosari terletak di desa karanggedang dan giyombong kecamatan Bruno purworejo, mempunyai ketinggian 1113 MDPL, disebelah barat ada desa besuki yang sudah ikut kec. Wadaslintang wonosobo dan sebelah utara entah desa apa tapi sudah ikut kecamatan kalibawang wonosobo. Gunung ini adalah gunug tertinggi di kabupaten purworejo dan sangat cocok untuk pendaki pemula, jalur pendakian ada 3 (setahu gw bro), yakni lewat desa karanggedang, kalau bawah motor bisa parkir di tempat ky. Burhanudin kemudian Tanya rutenya lewat mana ke warga sekitar (jujur gw belum pernah lewat jalur itu), jalur giyombong juga ada dan belum pernah lewat sana. Dan yang ke tiga adalah jalur karangjaha desa cepedak Bruno (ini jalur yang kita lewati). Itu dulu deskripsinya ya gan..
Dan…………….. tak terasa kita sudah sampai dipuncak, perjalanan kita bener2 melehlakan, jujur gw sendiri harus berjibaku mengimbangi jalan teman-teman yang mempunyai tenaga cukup kuat sebagai anak desa yang cukup bersahabat dengan hutan beda dengan yang nulis, meskipun asli gunung tapi hidup di kota..hehehehe.. jadi agak ngos2an ndaki bareng teman2 kampung. Kalau info yang gw dengar sih biasanya perjalanan memakan 2 jam, tapi ini bener2 gila, kita sampai dipuncak jam 23 50 wib gak nyampe 1 jam Cuma 50 menit kurang lebih. Gw aja langsuung keram perutnya bro, untung setelah istirahat normal lagi. Malamnya gak begitu dingin dipuncak, setelah cukup istirahat sambil buka fb update status, ternyata di beranda gw ada berita kalau gn. Kelud meletus sekitar 1 jam yang lalu. Dalam hati gw berdoa mudah2an tidak ada korban jiwa dan saudaraku disana semua diberi kesabaran.
Sambil istirahat, kita gak ketinggalan untuk mengabadikan moment, bernarsis2 ria dengan jepret sana sini dan membuat dokumentasi video. Kalau yang mau lihat foto2nya bisa cek di akun fb q buka di akun kabul khan atau buka link ini : https://www.facebook.com/kabul.khan/media_set?set=a.10200759686914569.1834376134&type=3 Dan yang mau lihat videonya ada di link youtube http://www.youtube.com/watch?v=rB6INXEYAgE
Rencananya sih mau menunggu sunrise, tapi karena pagi sekitar jam 4 30 wib tiba-tiba hujan abu kiriman dari gn. Kelud jawa timur akhirnya terpaksa deh kita pulang, agak kecewa sebenarnya, tapi demi nyawa ya gmn lagi. pemirsa pasti tahu kan lebatnya hujan abu gn kelud kemarin tangga 13-02-14. Dalam hati gw berjanji suatu saat anti pasti akan kembali lagi.. tunggu aku bengkuk, aku akan kembali menaklukkanmu. 
kontributor Kabul Khan Kemranggen Bruno Purworejo


Sabtu, 25 Januari 2014

TEKS MC ACARA IPI (Ikatan Pemuda Islam) desa Kemranggen (BAHASA INDONESIA)



TEKS MC ACARA IPI (Ikatan Pemuda Islam) desa Kemranggen (BAHASA INDONESIA)

Assalamu’alaikum     wr. wb.
Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfirruhu, wana’uudzubillahi min syuruuri anfusina wa min sayyiati a’maalina, may yahdihillahu fala mudzillalah wa may yudlill fala haadiyalah, asyhadu an-laailaaha illallaah wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu. Amma ba’d.

Yang kami hormati, bapak…………..

Yang kami hormati, (sebut siapa saja tokoh-tokoh masyarakat atau lainnya yang memang perlu disebut dalam penghormatan, tentunya koordinasi dengan panitia/petugas)

Yang kami hormati, ketua organisasi Ikatan Pemuda Islam desa Kemranggen th……
Dan hadirin hadirat yang berahaga

Puji Syukur kita haturkan kepada Allah SWT. yang telah melimpahkan rachmat, taufiq serta hidayah-Nya, sehingga kita dapat bekumpul, bertatap muka pada acara …………………………….., dengan tanpa ada halangan apapun, amin yā rabbal ālamin.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada beliau junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW., yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyah menuju zaman Islamiyyah, yaitu dengan adanya Ad-Dinul Islam alā Thariqati Ahlissunnah wal Jamā’ah.

Hadirin – Hadirat yang kami hormati
Acara ………………………………………………., segera dimulai dengan rangkaian acara sebagai berikut: 1.Pembukaan 2. Mujahadah Tahlil, 3. Rapat/Mau’izdhotul hasanah oleh: ……………………. (sesuaikan acara dengan koordinasi panitia atau pengurus), 4.  Penutup

Hadirin – Hadirat yang kami muliakan
Untuk mengawali seluruh rangkaian acara pada pagi/siang/malam hari ini, marilah kita buka dengan bacaan Ummul Kitab. liridho ilahi ta’ala walisyafa’ati rasulillah SAW al-fatihah…………………..

Hadirin Hadirat yang kami hormati
Merupakan acara yang ke-2, Mujahadah Tahlil yang akan dipimpin oleh: …………………….., dari ………………….., Kepadanya kami silakan.

Hadirin Hadirat yang kami hormati
Dilanjutkan acara yang ke-3, Rapat yang akan dipimpin oleh…………/Mau’izdhotul hasanah yang akan disampaikan oleh: ……………………. Kepadanya kami silakan.

Hadirin Hadirat yang kami hormati
Merupakan acara yang ke-4 Do’a penutup yang akan dipimpin oleh ……………….. kepanya kami silakan

Hadirin Hadirat yang kami mulyakan
Demikian rangkaian acara pada malam/siang/pagi hari ini telah terlaksana dengan lancar.
Terima Kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thorieq
Wassalamu’alaikum wr. wb.

TEKS MC PENGAJIAN BAHASA INDONESIA



TEKS MC BAHASA INDONESIA

Assalamu’alaikum     wr. wb.
Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfirruhu, wana’uudzubillahi min syuruuri anfusina wa min sayyiati a’maalina, may yahdihillahu fala mudzillalah wa may yudlill fala haadiyalah, asyhadu an-laailaaha illallaah wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu. Amma ba’d.

Yang kami hormati,
Al-Mukarrom Bapak………………, dari………………….

Yang kami hormati, (sebut siapa saja tokoh-tokoh masyarakat atau lainnya yang memang perlu disebut dalam penghormatan, tentunya koordinasi dengan panitia/petugas)

Yang kami hormati,
Para tamu undangan, hadirin – hadirat yang berbahagia.

Puji Syukur kita haturkan kepada Allah SWT. yang telah melimpahkan rachmat, taufiq serta hidayah-Nya, sehingga kita dapat bekumpul, bertatap muka pada acara …………………………….., dengan tanpa ada halangan apapun, amin yā rabbal ālamin.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada beliau junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW., yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyah menuju zaman Islamiyyah, yaitu dengan adanya Ad-Dinul Islam alā Thariqati Ahlissunnah wal Jamā’ah.

Hadirin – Hadirat yang kami hormati
Acara ………………………………………………., segera dimulai dengan rangkaian acara sebagai berikut:
Pembukaan
Pembacaan Ayat-ayat suci Al-Quran dan Shalawat Nabi
Mujahadah Tahlil
Prakata Panitia
Sambutan-sambutan:
Pengajian Umum oleh: ……………………. Dari …………………
Penutup dengan Doa

Hadirin – Hadirat yang kami muliakan
Untuk mengawali seluruh rangkaian acara pada pagi/siang/malam hari ini, marilah kita buka dengan bacaan Ummul Kitab. liridho ilahi ta’ala walisyafa’ati rasulillah SAW al-fatihah…………………..

Hadirin Hadirat yang kami hormati
Merupakan acara yang ke-2, pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an dilanjutkan Shalawat Nabi, yang akan dibawakan oleh: …………………………... Kepadanya kami silakan.

Hadirin Hadirat yang kami hormati
Dilanjutkan acara yang ke-3, Mujahadah Tahlil yang akan dipimpin oleh: …………………….., dari ………………….., Kepadanya kami silakan.

Hadirin Hadirat yang dimulyakan Allah
Merupakan acara yang ke-4 Prakata Panitia penyelenggara yang akan disampaikan oleh: ………………………….., Kepadanya kami silakan.

Hadirin Hadirat yang dimulyakan Allah
Merupakan acara selanjutnya, sambutan-sambutan:
Sambutan yang pertama oleh ……………………., Kepadanya kami silakan.
Hadirin-Hadirat yang Berbahagia
Dilanjutkan sambutan yang ke-2, oleh …………….., Kepadanya kami silakan

Hadirin Hadirat Rahikumullah
Merupakan acara yang ke-6 “Mau’idlatul Chasanah” beserta Do’a penutup yang akan disampaikan oleh ……………….. dari ………….., Kepada : Bp. ……………… kami silakan

Hadirin Hadirat yang kami mulyakan
Dengan bacaan do’a, maka berakhirlah seluruh rangkaian acara pengajian…………………………
Terima Kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thorieq
Wassalamu’alaikum wr. wb.

FIQH KURBAN DAN AQIQAH

 FIQH KURBAN DAN AQIQAH  (Diterjemahkan Dari Kitab Fathul Qarib)  Oleh: Sukabul, S.Sy. (Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Ayah) فَصْلٌ فِي أَحْك...